Profil Singkat: Dr. Bonatua Silalahi
Ada satu momen menarik sekaligus menggelitik dalam acara Book Party – Forum Penulis Alumni Universitas Sumatera Utara (USU) yang diselenggarakan Komunitas Alumni USU Jakarta Peduli (AUJP) pada Jumat, 14 Agustus 2026, di NT Tower Ballroom. Acara tersebut juga ditayangkan melalui kanal YouTube NTV dengan judul “[FULL] Book Party – Forum Penulis Alumni Universitas Sumatera Utara (USU) | NTV.”
Pada sekitar menit 1:30:00–1:30:15, profil saya ditampilkan di monitor besar panggung NT Tower Ballroom. Di layar terpampang nama dan gelar Dr. Bonatua Silalahi, S.Si., M.E. – Fakultas MIPA USU, foto, profil akademik, identitas peneliti Scopus Author ID dan ORCID, serta enam buku yang telah saya tulis:
- Implementation Analysis of Government Procurement Policy to Increase Value for Money. Moldova, 2023. ISBN 978-999-498-834-1.
- JOHN ANDERSON 1823: MISI KE PANTAI TIMUR SUMATERA – Terjemahan Lengkap Disertai Ulasan Sejarah Versi Pires, Pinto, Marsden dan Kekinian. Bandung, 2025. ISBN 978-623-500-924-7.
- KERAJAAN BATAK SEJAK 1511: Geopolitik dan Perubahannya. Bandung, 2025. QRBN 62-1256-7310-557.
- PASAR PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH. Bandung, 2025. ISBN 978-623-500-971-1.
- Fraud PBJ di Tengah Arus Politik dan Kepentingan. Bandung, 2025. ISBN 978-634-246-114-3.
- IJAZAH JOKOWI TIDAK ADA: Belum diautentikasi, tidak diklarifikasi, hanya diverifikasi. Google Play Books. GGKEY: AF9C5LY9YKA.
Di tengah tampilan profil itulah para pembawa acara—yang juga merupakan senior-senior saya di USU—spontan bersahut-sahutan:
“Ah, ini abang ini yang belakangan sering masuk TV. Sering masuk TV karena protes tentang ijazah..... Dr. Bonatua Silalahi.”
Lalu disambut senior lainnya:
“Wei, ini dari kecil kelihatan bandel memang, besar pun bandel. Oke, thank you, Bang. Aku baru kenal bulan lalu. Rupanya yang kedua kali... ihhh, ada di TV bang nih, hebat kali gitu. Kalah pula TV awak.”
😂😂😂
Begitulah rupanya profil singkat saya menurut senior-senior USU: “dari kecil kelihatan bandel, besar pun bandel.”
Saya menerima kata “bandel” itu sebagai candaan kekeluargaan sesama alumni. Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa penelitian, mungkin “bandel” adalah rasa ingin tahu yang sulit disuruh berhenti sebelum memperoleh data, mengujinya, lalu menarik kesimpulan berdasarkan apa yang ditemukan.
Sedikit koreksi saja atas kalimat senior saya. Saya bukan sekadar “protes tentang ijazah”. Saya adalah peneliti Kebijakan Publik yang sedang meneliti bagaimana negara menjalankan kebijakannya dalam memeriksa, memverifikasi, mengklarifikasi, mengarsipkan, dan mempertanggungjawabkan dokumen persyaratan pendidikan ketika dokumen tersebut digunakan untuk memperoleh jabatan publik.
Enam buku yang terpampang di layar itu sekaligus menunjukkan perjalanan rasa ingin tahu saya: dari kebijakan pengadaan pemerintah, fraud dan pasar pengadaan, kemudian berkelana ke sejarah Pantai Timur Sumatera dan Kerajaan Batak, hingga akhirnya masuk ke penelitian mengenai kebijakan publik, administrasi dan kearsipan dalam polemik ijazah.
Jadi kalau belakangan wajah saya sesekali muncul di televisi, bukan karena bercita-cita menjadi artis. 😄 Saya hanya sedang melanjutkan kebiasaan yang rupanya sudah terbaca senior sejak kecil:
bertanya, mencari data, menguji, menulis—dan kalau jawabannya belum masuk akal, ya... “bandel” sedikit sampai memperoleh jawabannya.
Bagi kawan-kawan yang penasaran ingin melihat sendiri bagaimana senior-senior USU memperkenalkan saya, sekaligus melihat profil dan enam buku tersebut terpampang di layar besar NT Tower Ballroom, silakan menyaksikan tayangan lengkapnya:
Untuk bagian profil saya, langsung menuju sekitar menit 1:30:00–1:30:15. Tetapi kalau punya waktu, tontonlah keseluruhan acaranya. Di sana ada para penulis Alumni USU dengan buku, gagasan, penelitian, dan cerita perjalanan intelektualnya masing-masing.
